Klaten (Espos) Partai Golkar (PG) Klaten mengklaim sejumlah tokoh berpengaruh telah serius mendekati partai berlambang pohon beringin itu untuk kepentingan Pilkada. Apalagi setelah hak istimewa Sunarna dinyatakan dicabut, tokoh-tokoh itu makin gencar merapat ke PG.
Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Anang Widayaka, mengatakan, kesempatan mendaftar pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) melalui partainya terbuka lebar-lebar bagi kader internal partai maupun pihak luar yang memenuhi syarat. “Setelah hak istimewa Pak Narna hilang, otomatis kandidat posisi AD1 maupun AD2 Klaten melalui Partai Golkar lowong,” jelasnya di Klaten, Kamis (18/2).
Diungkapkan dia, sejumlah tokoh yang sudah melakukan komunikasi dengan pengurus, di antaranya Fauzan Agus Mustofa (Kades Jetis, Delanggu), Brigjen Pol (Purn) Sukiyadi, Otto Saksono (pengusaha) Suwito (pengusaha) dan Imbar Siswadi (pengusaha). Kendati demikian, menurut Anang, pendekatan yang dilakukan para tokoh tersebut belum mengerucut kepada kepastian apakah mereka positif mendaftar lewat Partai Golkar.
Anang yang juga Ketua Tim Pilkada Partai Golkar Klaten menambahkan, pihaknya kini sibuk merumuskan persyaratan bagi kandidat Cabup-Cawabup dan membuka penjaringan mulai 20 Maret mendatang. Tahapan selanjutnya, pada awal April nama-nama pendaftar akan disampaikan ke DPP untuk disurvei elektibilitas dan popularitasnya di hadapan publik.
Menurutnya, bukan tidak mungkin banyak kandidat yang berminat mendaftar lewat Partai Golkar sehingga harus diseleksi dengan baik. Bahkan pihaknya juga tak menutup pintu bagi Sunarna kalau-kalau yang bersangkutan mendaftar. Dijelaskan dia, penetapan calon diagendakan Mei, kemudian dideklarasikan pada Juni. “Lalu didaftarkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum),” ungkapnya.
Terkait Sunarna, Anang mengatakan pihaknya melaporkan hal itu kepada DPP. Disinggung apakah mungkin ada sanksi yang bakal dijatuhkan sehubungan dengan sikap Sunarna yang terkesan tak mengindahkan undangan partai, Anang mengatakan hal itu terserah DPP. Namun sesuai Peraturan Organisasi No 10/2005 tentang Disiplin Organisasi, katanya, kader yang keluar dari jalur organisasi atau melanggar aturan partai bisa dikenai sanksi. – Oleh : rei
Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Sabtu, 20 Maret 2010 , Hal.VII (klatenonline.com)
Dari kutipan berita diatas sudah tampak jelas bahwa salah satu bukti buruknya loyalitas seorang kader partai politik yang bergabung dengan suatu partai politik hanya untuk memimpin suatu daerah. membahas lebih lanjut,sebelumnya kita paparkan penjelasan tentang fungsi dan peranan serta tujuan dari partai politik dalam sebuah pemerintahan suatu Negara pada umumnya dan suatu daerah pada khususnya.
Pendapat Meriam budiharjo tentang tujuan dari partai politik yang hampir semua orang menggunakan pendapat ini, tujuan dari partai politik adalah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya), dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
Selain mempunyai tujuan yang pasti sebuah partai politik juga mempunyai peran dan fungsi dalam sebuah roda pemerintahan suatu Negara dalam cakupan luas dan daerah dalam cakupan kecil, yaitu
1. Sosialisasi Politik, mentransmisikan budaya politik dalam rangka pembentukan sikap dan orientasi anggota masyarakat sebagai warga Negara (Pendidikan Politik).

2. Rekruitment Politik, seleksi dan pemilihan serta pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistim politik pada umumnya, dan pemerintahan secara khusus.
3. Partisipasi Politik, sarana kegiatan bagi masyarakat dalam mempengaruhi proses pembentukan pemimpin pemerintahan melalui pemilu dan pembuatan atau pelaksanaan kebijakan pemerintahan.
4. Artikulasi Kepentingan, merumuskan dan selanjutnya meyalurkan berbagai ragam pendapat, aspirasi, maupun kepentingan masyarakat kepada pemerintah.
5. Agregasi Kepentingan, mengolah dan memadukan berbagai tuntutan dan dukungan masyarakat untuk disalurkan kepada pemerintah.
6. Komunikasi Politik, menghubungkan antara arus informasi dari pihak pemerintah kepada masyarakat atau sebaliknya.
Dari paparan serta kutipan berita diatas dapat disimpulkan bahwa secara peran dan fungsi partai politik, Partai Golkar menjalankan fungsi Rekruitment Politik dengan baik. Hal itu dapat di buktikan dengan banyaknya para Tokoh –tokoh yang berpengaruh di klaten bergabung dengan partai golkar. Walaupun dari sisi loyalitas kader masih rendah.hal itu terjadi karena mereka hanya memfungsikan partai politik sebagai transportasi mereka dalam memperoleh kekuasaan.selain itu, juga kurang dapat di tumbuhkan rasa loyalitas di dalam tubuh partai tersebut.padahal salah satu faktor untuk mempertahankan eksistensi sebuah partai politik di perlukan sebuah loyalitas dari kader partai yang bersangkutan.
Untuk menumbuhkan loyalitas dari kader partai politik, maka di perlukan usaha – uasaha sebagai berikut :
1. Mempertegas Peraturan Organisasi partai palitik yang bersangkutan dan di laksanakan secara konsekuen
2. Selektif dalam menerima kader baik dari segi kapasitasnya maupun Komitmennya.

Usaha – usaha tersebut apabila di laksanakan, maka tidak mustahil lagi cita – cita partai politik akan tercapai dan menghasilkan kader – kader yang memiliki loyalitas dan kapasitas yang baik untuk bersaing dalam kancah perebutan kursi pemerintahan daerah.

Referensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_politik
2. http://yohaneschristhasibuan.blogspot.com/2010/04/analisis-fungsi-fungsi-partai-politik.html
3. http://www.klatenonline.com